Senin, 02 Januari 2012

Tanda - Tanda Kiamat

Hari kiamat adalah hari ketika alam semesta dihancurkan secara total oleh ALLAh SWT. Pada hari tersebut semua makhluk akan mati. tidak ada yang akan tahu kapan hari kiamat akan terjadi kecuali Allah SWT saja yang mengetahui.

Namun, Rasulullah telah memberikan petunjuk tentang waktu hari kiamat. Beliau bersabda," Aku diutus dan hari kiamat seperti ini atau seperti dua jari ini." Ketika itu beliau mendekatkan antara jari telunjuk dan jari tengahnya.(HR.Al-Bukhari)

Ada beberapa tanda-tanda kiamat yang telah disebutkan oleh Rasulullah, diantaranya:
1. Hilangnya ilmu pengetahuan
2. Kebodohan yang kian menyebar
3. Orang-orang yang banyak meminumn Khamr/narkoba
4. Wanita banyak dan laki-laki sedikit--satu laki-laki sama dengan lima pulih wanita
5. Api muncul dari Hijaz hingga menyinari leher unta yang ada di Bushra
6. Dua kelompok besar akan berperang
7. Muncul para dajjal yang mengaku sebagai nabi
8. Banyaknya bencana alam
9. Waktu terasa semakin dekat.
10.Banyaknya fitnah
11.Banyak terjadi pembunuhan
12.Orang-ora ng membangun bangunan dengan sangat tinggi
13.Matahari terbit dari sebelah barat
14.Orang-orang membangun masjid dengan bermegah-megah
15.Tidak ada imam dimasjid
16.semakin banyaknya zina

Tanda-Tanda kiamaat tersebut saya kutip dari BUKU PINTAR ISLAM(Arif Munandar Riswanto)

Tugas 3 Bahasa Indonesia 1

Sumber 1 : "Briptu Yoga Tewas di Malam Tahun Baru"

BLITAR – Anggota Polsek Sananwetan Kota Blitar, Briptu Prayoga Ardi Prihanto,26 tewas ditikam saat malam tahun baru. Polisi terus menyelidiki kematian anggota Sabhara tersebut.

Tersangka pembunuhan Briptu Prayoga belum ditemukan. Hingga kemarin polisi telah memeriksa enam orang dan 9 barang bukti yang berada di dalam tas yang diduga milik salah satu pelaku. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan,penusukan terhadap polisi warga Perumahan Griya Rama Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini terjadi pada tanggal 31 Desember 2011.


Sekitar pukul 19.15 WIB, usai mengikuti apel pengamanan tahun baru, Briptu Prayoga tiba-tiba dihadang dua orang yang berboncengan naik motor di Jalan Legundi Kota Blitar Briptu Yoga akhirnya berhenti dan terjadi adu mulut. Adu mulut itu baru berhenti saat salah satu penghadang itu memukul pelipis kanan Briptu Yoga dan menusukkan benda tajam yang diduga pisau pada leher bagian kiri.


Setelah melakukan pemukulan dan penusukan, kedua pelaku melarikan diri. Briptu Yoga yang terluka masih sempat menaiki motor Beat putih N 4126 ET yang digunakannya untuk meminta pertolongan ke Mapolsek Sananwetan. Baru berjalan sebentar sambil memegangi leher, seorang perempuan yang lewat menghentikannya. Perempuan tersebut memberitahu bahwa ada tas ransel coklat yang terjatuh.


Briptu Yoga masih sempat mengambil tas coklat itu sebelum akhirnya sampai di Polsek Sananwetan yang berjarak 200 meter ke arah utara. Begitu sampai di depan pintu masuk Mapolsek Sananwetan, Briptu Yoga turun dari motornya dan jatuh tersungkur dengan posisi tangan memegang lehernya yang terkena tusuk.


Para anggota kepolisian yang berjaga membawa korban ke RSUD Ngudi Waluyo untuk mendapatkan pertolongan.Namun sayang, pada pukul 20.45 WIB Briptu Yoga tidak terselamatkan dan meninggal dunia. Kapolres Kota Blitar AKBP FX Surya Kumara mengatakan, tersangka atas kejadian penusukan ini belum ditentukan. Polisi, sebut dia, telah memeriksa enam saksi dan menemukan 9 barang bukti berupa benda-benda yang berada di lapangan.

”Kami masih memeriksa saksi yang berada di TKP saat itu, karena jalan kondisi sepi sehingga minim saksi mata,”ungkapnya. Adapun tas coklat yang diduga milik salah satu pelaku tersebut, berisi 9 buah barang bukti. Diantaranya plat motor L6572XX dengan stiker bertuliskan Reserse Kriminal Mabes Polri, teropong, kaos kerah, celana jeans, penutup kepala, jaketparasit,dansarungtangan.


Terkait kemungkinan adanya musuh pribadi, Surya Kumara belum bisa mengungkapkan lebih jauh. Menurut dia, motif dari pembunuhan ini belum diketahui dengan pasti. ”Kami belum sampai kesitu, kami telusuri petunjuknya dahulu,” ungkapnya. Sementara itu,kemarin jam 10 WIB,jenazah Briptu Yoga dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Bllitar.


Korban meninggalkan seorang istri Firda Kusuma Agustin,25, dan seorang anak Firdaus Dida Alzaki,5. Menurut Priadi, 47, paman korban,sebelum apel jam 18.00 WIB korban sempat pulang ke rumah dan pamit akan pergi tugas.”Kami tidak menyangka kalau kepulangan sore itu yang terakhir,”ungkapnya. muslikah/ihya ulumuddiin

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/456672/1/




Sumber kedua : "Sebelum Tewas, Briptu Yoga Rebut Tas Penikam"

KOMPAS.com - Dengan leher terluka akibat tusukan pisau, Briptu Prayoga Ardy Prianto (26) memacu motornya mengejar dua orang yang baru saja menusuknya. Namun, karena lukanya terlalu parah, Yoga pun tumbang. Insiden pembunuhan polisi ini mewarnai perayaan pergantian tahun baru di Kota Blitar.


Briptu Yoga dibunuh saat ia hendak melaksanakan tugas menjaga pesta pergantian tahun, Sabtu (31/12/2011) pukul 19.30 WIB.


Sebelum kejadian, Briptu Yoga mengikuti apel siaga pengamanan pesta akhir tahun yang dipimpin Kapolres Blitar Kota AKBP FX Surya Kumara usai magrib. Yoga, anggota Sabhara Polsek Sanan Wetan mendapat tugas berjaga bersama anggota Polres lainnya. Setelah apel, Yoga menyempatkan diri pulang untuk makan malam bersama istri dan anaknya.


Setelah itu, Yoga berangkat menggunakan motor Honda Beat N 4126 ET. Sampai di Jl Legundi, atau sekitar pukul 18.30 WIB, dua pria mengendarai motor memotong dan memaksanya berhenti. Warga di sekitar lokasi yang tak jauh dari Lapangan SMAN 1 itu tidak begitu peduli, karena menganggap tiga orang itu berteman dan kebetulan cekcok.


Yoga masih duduk di motornya, ketika salah satu dari dua orang itu turun dan langsung menusuk leher korban. Sejurus kemudian kedua orang itu kabur ke arah kota. Yoga yang saat itu belum roboh langsung memacu motornya untuk mengejar dan 10 meter kemudian ia berhasil merebut tas penyerangnya yang masih bisa kabur.


Setelah diam sejenak, Yoga memacu motornya ke Mapolsek Sanan Wetan yang berjarak 200 meter dari lokasi kejadian. Meski dengan sempoyongan karena satu tangan memegangi leher yang terluka, Yoga bisa mencapai Polsek. Tetapi di situ ia langsung ambruk. Teman-teman korban pun kaget karena melihat baju Yoga berlumur darah dan di lehernya terdapat luka tusuk yang tidak begitu lebar. Yoga sempat dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo, namun karena terlalu banyak darah terkuras, nyawanya tak terselamatkan. Ia mengembuskan napas terakhir pada 19.30 WIB.


"Meski luka korban itu tak lebar, namun karena berada di tenggorokan sehingga sangat berbahaya," kata dr D Mahardiana, dokter yang sempat menolong korban.
 
Penyidik Polres Blitar Kota yang dibantu Polda Jatim kini mengejar dua penyerang Yoga. Mereka berpegang pada sejumlah barang bukti yaitu isi tas yang direbut Yoga dari kedua pria itu. Isi tas itu antara lain, cadar, pakaian, dompet dan pelat nomor sepeda motor dengan tanda L (Surabaya). Diduga kuat, itu pelat nomor asli kendaraan yang digunakan pelaku yang dilepas untuk mengaburkan identitas motor itu. Diketahui, saat menyerang Yoga kedua pria itu menggunakan motor berpelat AG.

"Soal motifnya, itu masih dalam pendalaman karena keluarga korban masih berduka. Soal saksi, memang minim. Namun, kami sudah memeriksa beberapa saksi dari pihak masyarakat, yang kemungkinan tahu kejadiannya tatkala korban bersama pelakunya di tepi jalan," kata AKBP FX Surya Kumara, Kapolres Blitar Kota, Minggu (1/1/2012).

Untuk mencari kedua pembunuh itu, polisi mengerahkan sebagian besar kekuatannya yang waktu itu sedang mengamankan pesta tahun baru. Mereka disebar ke beberapa titik untuk melakukan razia. "Mulai sore hingga dini hari, anggota langsung menutup jalan ke luar kota," kata AKP BR Untung, Kasat Lantas Polres Blitar Kota.(Surya/Adi Sasono) 

http://regional.kompas.com/read/2012/01/01/22012867/Sebelum.Tewas.Briptu.Yoga.Rebut.Tas.Penikam


kesimpulan:
sumber1 dan sumber2 memiliki satu topik yang sama.Namun, pada cara penulisan berita tersebut sumber1 lebih menggunakan kosakata yang lebih baik dari pada sumber2 karena pada sumber2 ada terdapat tumbang dan roboh dimana sangat tidak baik, bila digunakan untuk kondisi seseorang. dari segi cerita kedua sumber tersebut sama-sama menyajikan berita yang cukup padat dan jelas.

Keutamaan Basmalah

1. Membacanya dapat membuat setan menjadi kecil
Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya meriwayatkan dari seseorang yang dibonceng oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata,
“Tunggangan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tergelincir, maka aku katakan: ‘Celaka setan.’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah engkau mengucapkan ‘celakalah setan.’ Karena jika engkau mengucapkannya, maka ia akan membesar dan berkata: ‘dengan kekuatanku, aku jatuhkan dia.’ Jika engkau mengucapkan bismillah, maka ia akan menjadi kecil hingga seperti seekor lalat.’”(HR. Ahmad, Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)
Ini merupakan berkah dari ucapan “Bismillah “

2. Disunnahkan membaca basmalah sebelum memulai pekerjaan.
Oleh karena itu disunnahkan membaca basmalah pada awal setiap ucapan maupun perbuatan. Disunnahkan juga membacanya pada awal khuthbah. Dan disunnahkan juga membaca basmalah sebelum masuk kamar mandi.

3. Tidak sempurna wudhu sebelum membaca basmalah
Berdasarkan hadist dalam musnad Imam Ahmad dan juga dalam kitab Sunan dari riwayat Abu Huraira, Sai’id bin Zaid dan Abu Sa’id radhiyallahu ‘anhum. Secara marfu’, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak sah wudhu seseorang yang tidak menyebut nama Allah Ta’ala (mengucap basmalah)” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan dishahihkan al-Albani)

4. Membaca Basmalah sebelum jima’ kelak anaknya akan dijauhkan dari gangguan setan.
Berdasarkan hadist dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Ibn ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Seandainya salah seorang dari kalian hendak mencampuri istrinya ia membaca : ‘Bismillah allahumma janibnasy syaithaana wa janibisy syaithaana maa razaqtanaa (dengan menyebut nama Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugrahkan kepada kami),’ maka jika Allah menaqdirkan lahirnya anak maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan selamanya.”

5. Menjauhkan rumah dari setan.
Dari Jabir radhyallahu ‘anhu berkata, saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Jika seseorang masuk kedalam rumahnya lalu ia menyebut asma Allah Ta’ala saat ia masuk dan saat ia makan, maka setan berkata kepada teman-temannya, ‘ tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.’ Dan jika ia masuk, tanpa menyebut asma Allah Ta’ala saat hendak masuk rumahnya berkatalah syaithan: ‘kalian mendapatkan tempat bermalam, dan apa bila dia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan,maka setan berkata : ‘ kalian mendapatkan tempat bermalam dan makan malam.’” (Muttafaqun ‘alaih)
Demikian beberapa keutamaan Basmalah yang dapat kami sampaikan diantara keutamaannya yang banyak.
Wa shallallahu ‘ala nabiyyina walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin..



artikel muslimah.or.id
Penulis: Ismiati Ummu Maryam
Murajaah: Ust Ammi Nur Baits
Maraji’:
• Shahih Tafsir Ibnu Katsir juz 1 pustaka ibnu katsir.
• Riyasdhus Shalihin, Al-imam An-Nawawi, Darussalam, Mesir.
• QS : Al-An’am:27:30

Manusia Yang Hidup Terus Setelah Matinya

Kawan…

Tulisan ini adalah ajakan untuk saya dan kaum muslim, agar menjadi orang berilmu agama, mengamalkannya kemudian mengajarkan dan menyebarkannya…

Kawan…

Mari tuntut ilmu agama, niscaya kamu bisa hidup terus setelah matimu …

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ»

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dan ini adalah bukti yang paling besar akan kemuliaan dan keutamaan ilmu serta keagungan hasilnya, karena sesungguhnya pahalanya akan sampai kepada seseorang (yang mengajarkan ilmu) setelah kematiannya selama ilmu tersebut diambil manfaatnya, seakan-akan dia hidup, tidak terputus amalnya bahkan dibarengi dengan ingatan dan pujian selalu untuknya, mengalirnya pahala kepadanya di saat seluruh manusia terputus dari mereka amalan mereka adalah merupakan KEHIDUPAN KEDUA. (Lihat kitab Miftah Dar As Sa’adah, karya Ibnul Qayyim rahimahullah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

« إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لاِبْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِى صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ ».

“Sesungguhnya yang mendapati seorang mukmin dari amal dan kebaikannya setelah kematiannya adalah; sebuah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, seorang anak shalih yang dia tinggalkan, sebuah mushhaf Al Quran yang dia wariskan atau sebuah masjid yang dia bangun, sebuah rumah untuk para musafir yang kehabisan bekal yang dia bangun, sebuah sungai yang dia alirkan atau sebuah sedekah yang dia keluarkan dari hartanya ketika disaat sehat dan hidupnya, seluruhnya ini adalah amalan yang akan mendapatinya setelah kematiannya.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam shahih Al Jami’)

Mari perhatikan … ternyata semua amalan yang pahalanya akan mengalir kepada seseorang meskipun dia sudah meninggal, kuncinya pada ilmu agama. Subhanallah …

Kawan, saya yakin, kita bisa berbuat untuk perihal ilmu.

1. Belajar ilmu agama
2. Mengamalkan ilmu agama
3. Mengajarkan dan menyebarkan ilmu agama, walau hanya menyebarkan kaset, CD, brosur, pengumuman kajian Islam bermanfaat, dan semisalnya kepada orang lain.

Selamat berjuang untuk bisa hidup terus setelah kematian menjemput!

يَمُوْتُ الْعَالِمُ وَ يَبْقَى كِتَابُهُ

Orang berilmu boleh meninggal tetapi kitabnya tetap akan tertinggal.


Penulis: Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc
Artikel www.muslim.or.id

Diamlah Ketika Khutbah Jum’at!

Bahasan berikut adalah bahasan yang bermanfaat bagi setiap orang yang akan menjalani ibadah Jum’at. Ada adab yang mesti diperhatikan kala itu, yaitu hendaklah jama’ah benar-benar memperhatikan khutbah dan diam agar ibadah Jum’atnya mendapatkan manfaat dan tidak jadi sia-sia.

Dalam hadits riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
“Barangsiapa yang berwudhu, lalu memperbagus wudhunya kemudian ia mendatangi (shalat) Jum’at, kemudian (di saat khutbah) ia betul-betul mendengarkan dan diam, maka dosanya antara Jum’at saat ini dan Jum’at sebelumnya ditambah tiga hari akan diampuni. Dan barangsiapa yang bermain-main dengan tongkat, maka ia benar-benar melakukan hal yang batil (lagi tercela) ” (HR. Muslim no. 857)

Faedah dari hadits di atas:

Pertama: Memperbagus wudhu maksudnya adalah berwudhu dengan cara yang sempurna. Yaitu seseorang berwudhu dari mengucapkan basmalah di awal, lalu ia mencuci kedua tangannya. Kemudian ia berkumur-kumur, memasukkan air dalam hidung dan mengeluarkannya, hal ini dilakukan sebanyak tiga kali. Lalu mencuci wajah sebanyak tiga kali. Yang dimaksud wajah adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala sampai dagu, dan mulai dari telinga yang satu ke telinga lainnya. Kemudian mengusap kepala dan telinga sekali. Lalu mencuci kaki hingga mata kaki sebanyak tiga kali. Disunnahkan ketika berwudhu untuk mencela-cela jari, jenggot, dan bersiwak. Kemudian setelah berwudhu disunnahkan untuk berdzikir pada Allah dengan membaca doa setelah wudhu yang berisi dua kalimat syahadat dan meminta pada Allah agar dijadikan orang yang bertaubat dan orang yang disucikan.

Kedua: Ketika memasuki masjid untuk shalat Jumat, disunnahkan melaksanakan shalat sunnah (dua raka’at-dua raka’at) sampai imam datang. Namun jika cukup dengan dua raka’at saja, maka tidaklah mengapa, ada kelapangan dalam hal ini.

Ketiga: Jika imam telah memulai khutbah, maka hendaklah jama’ah diam dan mendengarkan khutbah tersebut. Hendaklah mereka tidak ngobrol saat khutbah dan menjauhi perbuatan yang sia-sia.

Keempat: Allah memberi karunia pada hamba-Nya di mana Allah menjadikan penghapus dosa antara Jum’at yang lalu dan Jum’at setelahnya, ditambah pengampunan dosa selama tiga hari (artinya, total pengampunan dosa adalah sebanyak sepuluh hari). Karena yang namanya kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisal. Allah menjadikan pengampunan dosa di antara dua Jum’at selama sepuluh hari tadi dengan syarat seseorang harus menjauhi al kabaa-ir (dosa-dosa besar).

Kelima: Hadits ini menunjukkan peringatan keras bagi orang yang bermain-main dengan tongkat saat khutbah. Perbuatan seperti ini disebut tercela dan sia-sia karena melalaikan dari mendengar khutbah Jum’at.

Keenam: Jika bermain-main dengan tongkat saja dianggap perbuatan yang sia-sia, bagaimana lagi dengan kegiatan lainnya saat khutbah yang lebih membuat lalai dari mendengar khutbah Jum’at. Tentu saja perbuatan itu lebih terlarang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَاراً وَالَّذِى يَقُولُ لَهُ أَنْصِتْ لَيْسَ لَهُ جُمُعَةٌ

“Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khutbah Jum’at, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya, ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat, pen). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jum’at baginya (artinya, ibadah Jum’atnya tidak ada nilainya, pen).” (HR. Ahmad 1/230. Status sanadnya: laa ba’sa bih)

Ketujuh: Siapa yang melihat orang lain berbicara saat imam berkhutbah maka hendaklah ia perintahkan saudaranya tersebut untuk diam. Cukup ia gunakan isyarat, tanpa berbicara ketika memperingatkan. Begitu pula ketika ada yang memberi salam saat imam khutbah, maka tidak perlu dibalas. Hal yang sama ketika ada yang mengajak salaman saat imam khutbah, maka tidak perlu ditanggapi. Di antara dua khutbah atau setelah selesai shalat, ia bisa jelaskan pada saudaranya tadi kenapa sampai ia tidak membalas ucapan salam atau menanggapi salamannya. Ia bisa jelaskan bahwa tatkala imam khutbah amat bahaya melakukan hal-hal tadi.

Kedelapan: Tidak mengapa jika seorang imam berbicara pada salah satu jama’ah atau salah satu jama’ah berbicara pada imam ketika ada maslahat dan manfaat yang berkaitan dengan shalat atau berkaitan dengan urusan kaum muslimin. Hal seperti ini dibolehkan sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih lainnya.

[Tulisan ini adalah faedah dari bahasan Syaikh Al Haddady, ulama Riyadh-KSA, pada web beliau di link: http://haddady.com/ra_page_views.php?id=260&page=19&main=7]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.



Panggang-Gunung Kidul, 2 Jumadal Ula 1432 H (05/05/2011)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id